Listrik sering dipadamkan PLN: Warga kecewa, industri terhambat, pedagang rugi, investor was-was
Ringkasan Berita: Pemadaman listrik berulang di sejumlah wilayah Jawa memicu keluhan masyarakat, UMKM, peternak, pedagang, hingga pelaku industri. Kadin dan Himpunan Kawasan Industri menilai gangguan listrik menghambat produksi, distribusi, dan investasi. Pemerintah menyebut masalah pembangkit, pasokan batu bara kalori
Ringkasan Berita:
- Pemadaman listrik berulang di sejumlah wilayah Jawa memicu keluhan masyarakat, UMKM, peternak, pedagang, hingga pelaku industri.
- Kadin dan Himpunan Kawasan Industri menilai gangguan listrik menghambat produksi, distribusi, dan investasi.
- Pemerintah menyebut masalah pembangkit, pasokan batu bara kalori menengah, dan maintenance menjadi penyebab utama gangguan.
Berita Hari Ini -, JAKARTA - Pemadaman listrik yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, telah menimbulkan kerugian di masyarakat maupun pengusaha.
Pemadaman listrik pada Juni 2026, sudah lebih 3 kali dirasakan masyarakat dan dunia usaha.
Pada Jumat (19/6/2026) pagi, Ferdi, warga Citayam, Bogor, Jawa Barat, kecewa terhadap pelayanan PLN yang sering melakukan pemadaman listrik dengan durasi berjam-jam.
"Listrik padam lagi tadi sekitar pukul 09.45 WIB, sampai sekarang 12.47 WIB belum juga nyala listrik. Kabar dari tetangga 3 jam listrik padam. Sudah dua kali listrik padam dalam sepekan," kata Ferdi kepada Berita Hari Ini -
Ferdi mengaku pemadaman listrik saat itu tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak PLN sebelumnya, sehingga tidak ada persiapan, seperti mengisi baterai gawai, laptop dan lainnya.
"Ini saya lagi kerja, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kemarin bilang jamin tidak ada pemadaman listrik lagi, tetapi nyatanya hari ini padam lagi. Bahlil bohong lagi, dulu pas bencana banjir Sumatera, dia juga bohong listrik sudah aman, nyatanya banyak warga masih padam listriknya," papar Ferdi.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa, menyampaikan, dampak pemadaman listrik cukup signifikan, apalagi Pulau Jawa merupakan pusat kegiatan industri, manufaktur, perdagangan, dan jasa nasional.
Bagi dunia usaha, kata Erwin, listrik merupakan faktor produksi yang sangat vital. Ketika terjadi pemadaman, terlebih tanpa pemberitahuan yang memadai, aktivitas produksi dapat terhenti, utilisasi kapasitas menurun, dan jadwal distribusi terganggu.
"Selain kehilangan jam produksi, perusahaan juga harus menanggung biaya tambahan untuk penggunaan genset dan sumber energi cadangan lainnya," papar Erwin.
Ia menyampaikan, sejumlah pelaku usaha telah menyampaikan keluhan terkait terganggunya operasional akibat pemadaman listrik.
Namun hingga saat ini Kadin masih melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi dari berbagai daerah untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai besaran kerugian.
"Yang jelas, kerugian tidak hanya berasal dari terhentinya produksi, tetapi juga dari keterlambatan pengiriman barang, terganggunya rantai pasok, penurunan produktivitas, serta meningkatnya biaya operasional. Pada industri tertentu yang beroperasi secara kontinu, setiap jam penghentian produksi dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar," papar Erwin.
Ketua Umum HKI IndonesiaHimpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, pasokan listrik yang andal merupakan kebutuhan mendasar bagi kawasan industri, gangguan pasokan listrik, meski terjadi dalam waktu tertentu, dapat berdampak pada proses produksi, distribusi barang, hingga jadwal pengiriman kepada pelanggan.
"Kami menerima berbagai laporan terkait pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa. Kami memahami dalam sistem kelistrikan yang sangat besar, gangguan teknis dapat terjadi. Yang terpenting adalah memastikan proses evaluasi berjalan menyeluruh, langkah perbaikan dilakukan secepat mungkin dan mitigasi ke depan semakin kuat," tutur Ma’ruf, Jumat (12/6/2026).
Ma'ruf menambahkan, saat ini industri nasional tengah didorong untuk mendukung agenda hilirisasi, peningkatan ekspor, pembangunan pusat data, serta masuknya investasi baru di berbagai daerah.
Oleh karena itu, keberadaan infrastruktur energi yang stabil menjadi faktor penting untuk mendukung berbagai program tersebut.
"Keandalan listrik menjadi salah satu pertimbangan utama investor ketika menentukan lokasi investasi. Kepastian pasokan energi memberikan rasa aman bagi dunia usaha dalam merencanakan ekspansi maupun pengembangan usaha jangka panjang," jelasnya.
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Susilo, menyebut pemadaman listrik yang terjadi akhir-akhir ini membuat angka kematian anakan ayam atau deplesi cukup tinggi.
Ia menjelaskan, anakan ayam membutuhkan banyak cahaya listrik secara intensif saat masa brooding atau fase pemeliharaan awal anak ayam yang baru menetas.
Dari aduan yang ada, tingkat kematian yang sudah dilaporkan mencapai 50 persen dari total populasi.
"Harga DOC (anakan ayam) harganya bisa 6 ribu per ekor, kalau matinya 1 ribu ekor saja udah Rp6 juta sendiri," ungkapnya kepada Tribun Jateng, Jumat (19/6/2026).
Di Kota Bandung, Jawa Barat, pemadaman listrik juga membuat penjual ikan hias merugi jutaan rupiah.
Seorang penjual, Omis Rizki Setiawan, mengatakan pemadaman listrik telah mengakibatkan 10 kilogram ikan koi mati.
"Tadi pagi 10 kilogram ikan koi mati soalnya ikan itu baru datang. Untuk 1 kilogram itu isi 4 ekor, jadi kalau 10 kilogram berarti total ada 40 ekor yang mati," ujarnya kepada Tribun Jabar, Minggu (21/6/2026).
Total kerugian kematian ikon koi mencapai Rp 1,5 juta.
"Ikan kaviat harganya mulai dari Rp 15 ribu per ekor, yang mati ada 70 ekor. Jadi total kerugian sekitar Rp 3,5 juta," kata Omis.
Penyebab Pemadaman Listrik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan terdapat tiga faktor terkait masalah pelayanan listrik kepada masyarakat yang akhir akhir ini mengalami pemadaman bergilir .
Hal itu disampaikan Bahlil usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo di Istana Kepresidenan, Jakarta Senin, (22/6/2026).
“Kami juga tadi membahas tentang keberlangsungan stabilitas pelayanan pemerintah, pelayanan PLN kepada masyarakat khususnya dengan terkait dengan listrik. Dan tadi, sama-sama Dirut PLN juga sudah kita bedah, ada tiga masalah,” katanya.
Satu diantaranya masalah tersebut kata Bahlil, yakni adalah masalah PLTG.
“Satunya itu adalah menyangkut PLTG yang di awal,” katanya.
Kedua kata Bahlil yakni terkait pemenuhan terhadap batubara berkalori tinggi atau high calorie, yakni jenis batu bara dengan nilai energi panas di atas 5.300 hingga lebih dari 7.000 kcal/kg. Terdapat masalah ketersediaan batu bara high calorie tipe medium yang dibutuhkan PLN untuk proses pencampuran (blending) bahan bakar pembangkit.
Sebenarnya menurut Bahlil ketersediaan batu bara telah mencukupi. Total konsumsi batu bara PLN setiap tahun mencapai 154 juta ton.
Sementara penugasan dari Kementerian ESDM kepada perusahaan-perusahaan untuk melayani PLN sudah sekitar 180 sampai 190 juta ton.
“Yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton. Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6. Itu harusnya no issue,” kata Bahlil.
Ternyata kata Bahlil, PLN memerlukan batu bara high calorie tipe medium. pemerintah kata Bahlil telah memastikan kebutuhan tersebut akan tercukupi.
“Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending. Nah, sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan,” katanya.
Selain itu kata Bahlil, masalah maintenance. Pihaknya telah meminta PLN untuk segera melakukan maintenance agar bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Apa Reaksi Anda?
Menyukai
0
Benci
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)