Industri kreatif RI tembus pasar Eropa lewat Festival Kaki Lima Belgium dan ICWB 2026
Ringkasan Berita: Indonesia memperluas eksposur industri kreatif Indonesia di pasar Eropa melalui penyelenggaraan festival budaya Indonesia Kaki Lima Belgium 2026 di HAL5 Leuven, Belgia. Kaki Lima Belgium juga jadi fondasi pengembangan ekosistem kreatif Indonesia di Eropa dan akan berlanjut melalui penyelenggaraan Indo
Ringkasan Berita:
- Indonesia memperluas eksposur industri kreatif Indonesia di pasar Eropa melalui penyelenggaraan festival budaya Indonesia Kaki Lima Belgium 2026 di HAL5 Leuven, Belgia.
- Kaki Lima Belgium juga jadi fondasi pengembangan ekosistem kreatif Indonesia di Eropa dan akan berlanjut melalui penyelenggaraan Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Oktober.
Berita Hari Ini -, JAKARTA – Festival budaya Indonesia Kaki Lima Belgium 2026 kembali digelar di HAL5 Leuven, Belgia, sebagai strategi memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperluas eksposur industri kreatif Indonesia di pasar Eropa.
Tahun ini festival tersebut memasuki tahun keempat penyelenggaraan dan menjadi ruang pertemuan budaya yang memperkenalkan Indonesia melalui kuliner, seni, fashion, dan produk kreatif kepada masyarakat internasional.
Event ini diselenggarakan oleh Native Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belgia, PPI Belgia, Commpassion dan Quindo serta dibuka oleh Co-Founder Native Indonesia, Indah Virginia, bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Andy Rachmianto, dan Wali Kota Leuven, Mohamed Ridouani.
Dalam sambutannya, Indah Virginia menegaskan bahwa Kaki Lima Belgium lahir dari keinginan untuk membangun jembatan budaya yang dapat mempertemukan masyarakat Indonesia dan dunia internasional.
“Yang dimulai sebagai inisiatif kecil dengan penuh semangat dan harapan telah terus berkembang dari tahun ke tahun. Kami sangat bersyukur melihat semakin banyak masyarakat internasional yang tertarik mengenal Indonesia melalui cerita, tradisi, kuliner, dan kreativitasnya," ujar Indah Virginia, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
"Rasa ingin tahu itu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai latar belakang dan menciptakan ruang yang inklusif bagi semua,” sambung Indah Virginia.
Festival menghadirkan berbagai pengalaman budaya Indonesia yang dapat dinikmati secara langsung oleh pengunjung, mulai dari pertunjukan seni tradisional, workshop budaya, sesi berkain, hingga ragam kuliner dan produk kreatif Indonesia.
Pendekatan yang interaktif ini menjadi salah satu kekuatan Kaki Lima Belgium dalam memperkenalkan Indonesia kepada publik Eropa secara lebih dekat dan relevan.
Salah satu daya tarik yang mendapat perhatian pengunjung adalah kehadiran Indomie, merek mi instan asal Indonesia yang telah dikenal luas di berbagai negara.
Antusiasme pengunjung menunjukkan bagaimana kuliner dapat menjadi pintu masuk yang efektif dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat citra Indonesia di pasar global.
Dari sektor budaya, partisipasi Dekranasda Tanah Laut, Kalimantan Selatan, kembali menjadi sorotan melalui program “Berkain” yang memperkenalkan Sasirangan, salah satu warisan wastra Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.
Program ini menunjukkan bagaimana tradisi Indonesia dapat dikemas secara modern dan diterima oleh audiens lintas negara.
Selain menjadi festival budaya tahunan, Kaki Lima Belgium juga jadi fondasi pengembangan ekosistem kreatif Indonesia di Eropa dan akan berlanjut melalui penyelenggaraan Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Oktober 2026.
ICWB merupakan platform kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri kreatif Indonesia dan Eropa untuk menciptakan peluang kemitraan, pertukaran pengetahuan, serta akses pasar internasional yang lebih luas. Melalui pendekatan lintas sektor, ICWB akan menghubungkan budaya dengan industri kreatif, bisnis, dan inovasi.
ICWB menghadirkan IKATAN: Fashion Incubation & Competition, yang bekerja sama dengan Fashion Crafty Jakarta dan Vastraloka by Lippo Mall Nusantara untuk memberikan ruang pengembangan bagi desainer muda Indonesia menuju panggung internasional.
Selain itu, terdapat UNRAVEL: Fashion Lab & Competition, program inkubasi di Belgia yang akan mengkurasi desainer Eropa untuk menciptakan karya berbasis wastra Indonesia sebagai bentuk kolaborasi kreatif lintas budaya.
Melalui rangkaian program tersebut, ICWB diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Indonesia di Eropa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan, memperluas akses pasar global, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Dari Kaki Lima Belgium hingga Indonesia Creative Week Belgium, Indonesia hadir tidak hanya untuk memperkenalkan budayanya kepada dunia, tetapi juga untuk membangun kolaborasi yang memperkuat posisi industri kreatif Indonesia di tingkat internasional.
Apa Reaksi Anda?
Menyukai
0
Benci
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)