UMKM terdampak listrik padam bergilir, Emil Dardak ungkap keterbatasan Pemprov Jatim
jatim.Berita Hari Ini -, SURABAYA - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur mulai berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengakui tidak memiliki kewenangan langsung untuk memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami pelaku u
jatim.Berita Hari Ini -, SURABAYA - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur mulai berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengakui tidak memiliki kewenangan langsung untuk memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami pelaku usaha akibat gangguan pasokan listrik tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Pemprov Jatim tetap memantau dampak pemadaman listrik terhadap sektor UMKM melalui Dinas Koperasi dan UMKM.
"Kalau ada dampak kesulitan dari sisi tertentu, bagaimana kita bisa meringankan beban itu," kata Emil seusai rapat paripurna DPRD Jatim di Surabaya, Senin (22/6).
Menurut Emil, persoalan pemadaman listrik bergilir merupakan kewenangan pihak penyedia listrik sehingga pemerintah daerah berfokus pada langkah mitigasi agar dampaknya tidak semakin luas.
Pemprov Jatim juga terus berkoordinasi dengan PT PLN untuk memastikan pemadaman tidak mengganggu sektor strategis dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan hasil koordinasi beberapa hari terakhir, pemadaman dilakukan karena adanya keterbatasan pasokan listrik, sementara kebutuhan energi mengalami peningkatan, terutama pada malam hari.
"Total 445 megawatt yang harus dipadamkan. Tetapi itu posisi per kemarin lusa. Kemudian ada informasi bahwa minggu ini pasokan mulai meningkat sehingga kebutuhan pemadaman bergilir dapat dikurangi," katanya.
Selain itu, Pemprov Jatim meminta PLN memberikan pemberitahuan lebih awal sebelum melakukan pemadaman listrik terencana.
Hal tersebut penting agar masyarakat, pelaku usaha, serta pengelola fasilitas publik dapat melakukan persiapan.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain perlintasan kereta api, lampu lalu lintas, layanan air bersih, hingga rumah sakit.
Pemprov Jatim juga meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi koordinator dalam melakukan pemetaan sektor strategis yang terdampak.
Sebelumnya, PLN menyampaikan telah membentuk grup komunikasi hingga tingkat desa dan kelurahan untuk menyampaikan informasi jadwal pemadaman kepada masyarakat.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta koordinasi antara pemerintah dan PLN semakin diperkuat.
Menurut dia, informasi pemadaman yang disampaikan lebih awal sangat penting agar pelaku UMKM dapat mengatur jadwal produksi dan menghindari kerugian.
"Yang penting harus diberitahu dulu kapan dilakukan pemadaman. Jangan sampai ketika UMKM sedang berproduksi, listrik tiba-tiba mati," kata Ony. (antara/mcr12/jpnn)
Apa Reaksi Anda?
Menyukai
0
Benci
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)