BPS Balikpapan kerahkan 494 petugas sensus ekonomi, atap dan rumah warga akan difoto
Ringkasan Berita: Sensus Ekonomi 2026 di Balikpapan berlangsung 15 Juni–27 Agustus 2026 dengan 494 petugas yang menyasar seluruh warga, termasuk pelaku usaha. Pendataan dilakukan secara de facto dan mencakup foto kondisi rumah (atap, lantai, dinding) serta data ekonomi dan aset rumah tangga. Data hasil sensus akan digu
Ringkasan Berita:
- Sensus Ekonomi 2026 di Balikpapan berlangsung 15 Juni–27 Agustus 2026 dengan 494 petugas yang menyasar seluruh warga, termasuk pelaku usaha.
- Pendataan dilakukan secara de facto dan mencakup foto kondisi rumah (atap, lantai, dinding) serta data ekonomi dan aset rumah tangga.
- Data hasil sensus akan digunakan untuk pemetaan ekonomi, penentuan kesejahteraan, dan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Berita Hari Ini -, BALIKPAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sejak 15 Juni hingga 27 Agustus 2026.
Pada pendataan tersebut, rumah dan atap warga akan difoto sebagai bentuk terverifikasinya data kependudukan.
Kegiatan ini tidak hanya mendata pelaku usaha, tetapi juga mencakup seluruh masyarakat yang berada di wilayah Kota Balikpapan.
Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, mengatakan sensus dilakukan untuk mengetahui struktur usaha dan perkembangan perekonomian daerah pascapandemi Covid-19 yang telah menyebabkan perubahan pada berbagai sektor ekonomi.
"Kami ingin mengetahui perubahan struktur usaha yang terjadi di Kota Balikpapan setelah pandemi Covid-19. Selain itu, kami juga ingin menangkap pola usaha yang berkembang dan sektor-sektor apa saja yang menjadi penopang utama perekonomian daerah," kata Marinda pada Berita Hari Ini - di rumah jabatan Walikota Balikpapan, baru-baru saja.
Marinda menjelaskan, sensus kali ini juga dibarengi dengan pemutakhiran data kependudukan.
Data tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
"Data kependudukan yang diperbarui akan sangat bermanfaat untuk penentuan desil masyarakat, sehingga bantuan sosial, BLT, dan program pemerintah lainnya dapat diberikan secara lebih tepat sasaran," ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Balikpapan mengerahkan sebanyak 494 petugas yang terdiri dari 447 petugas pendataan lapangan dan 57 petugas pengawas.
Seluruh petugas telah disebar hingga tingkat RT dengan dukungan Pemerintah Kota Balikpapan.
Menurut Marinda, sasaran pendataan bukan hanya pelaku usaha, melainkan seluruh warga yang tinggal di Kota Balikpapan. Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk yang akan didata mencapai sekitar 766 ribu jiwa.
Pendataan dilakukan secara de facto atau berdasarkan keberadaan seseorang di lokasi saat sensus berlangsung.
Dengan demikian, warga yang tinggal di Balikpapan tetap akan didata meskipun tidak memiliki KTP Balikpapan.
"Apakah memiliki KTP Balikpapan atau tidak, tetap akan kami data. Dari hasil pendataan nanti akan terlihat jumlah riil penduduk yang menetap di Kota Balikpapan," jelasnya.
Selain mendata aktivitas ekonomi, petugas juga akan mengumpulkan data kondisi rumah tangga.
Rumah warga akan difoto sebagai dokumentasi kondisi bangunan, meliputi atap, lantai, dan dinding rumah.
Petugas juga akan menanyakan identitas pelanggan listrik PLN, daya listrik yang digunakan, penggunaan gas LPG subsidi maupun non-subsidi, hingga kepemilikan aset tertentu seperti emas.
Data tersebut akan digunakan sebagai salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat dan penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Marinda mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik.
Memastikan seluruh petugas lapangan dilengkapi rompi resmi BPS, tanda pengenal (name tag), serta surat tugas yang ditandatangani Kepala BPS Kota Balikpapan.
"Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas dan memberikan jawaban yang jujur karena data yang diberikan akan sangat menentukan arah kebijakan pembangunan dan pelayanan publik di masa mendatang," katanya.
Ia mengakui kendala utama dalam pelaksanaan sensus adalah faktor cuaca.
Namun demikian, BPS tetap berupaya menyelesaikan seluruh target pendataan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Marinda juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Balikpapan, termasuk Walikota Rahmad Mas'ud yang telah lebih dahulu menerima pendataan sebagai bentuk teladan bagi masyarakat.
"Pak Walikota bersedia didata sebagai role model. Harapannya seluruh lapisan masyarakat juga membuka pintu bagi petugas sensus dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?
Menyukai
0
Benci
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)